Tuesday, August 6, 2013

Karaniya Mettā Sutta

KARANIYA METTĀ SUTTA

करणीयमत्थकुसलेन , यन्तसन्तं पदं अभिसमेच्च।
Karaṇīyam atthakusalēna, yantam santaṁ padaṁ abhisamēcca.


Kewajiban yang harus diemban bagi yang mana kesadaran luhur telah tumbuh dalam dirinya, [adalah] Memenuhi diri dengan keahlian dan pengetahuan [demi menopang pelaksanaan kebajikannya]
pikiran yang dipenuhi dengan kedamaian batin didalam kebajikan [senang didalam kebajikan itu sendiri]
menyukai hal hal yang mengarah kepada kedamaian [nirvana: hancurnya segala keegoismean yang mementingkan keuntungan [profit] bagi diri sendiri], memiliki pemahaman yang dalam mengenai kebajikan [kasih sayang].


सक्को उजू च सुहुजू च, सुवचो चस्स मुदु अनतिमानी॥
Sakkō ujū ca suhujū ca, suvacō cas'sa mudu anatimānī.


Bersungguh sungguh membina hidupnya didalam keadilan dan bersih dari kecurangan,
Berpengetahuan dan berkeahlian serta mengerjakan sesuatu dengan kejujuran.
Sering menelaah dirinya dengan teliti dan tanpa menutup nutupi kesalahannya [tanpa adanya kepalsuan didalam batin ini],
Mudah dinasehati – patuh terhadap nasehat baik dan luhur,
ramah, nada bicara yang tidak tinggi serta tidak angkuh didalam ucapannya.
[tidak memegahkan diri]

Words bank:
1. karanīyam = Kewajiban / tugas yang diemban
2. atthakusalena = yang memberikan manfaat baik bagi diri sendiri [kebajikan dan budi luhur / sila]
3. yantaṃ - yanta = penggerak, mengetahui bagaimana untuk membawa atau menggerakkan.
4. santa = pikiran yang dipenuhi pengertian akan kebajikan, sehingga hati selalu dalam damai
5. padaṁ = yang mengarah kepada nirvana [hancurnya segala keegoismean, pementingan diri sendiri, ke-aku-an]
6. abhisamecca = mengerti dengan penuh, matang didalam pengertiannya akan kebajikan bukan untuk keuntungan egoism, namun kasih sayang, membebaskan yang lain dari penderitaan.
7. Sakkō [berasal dari kata sakkoti - śakyāt] semungkin mungkinnya, dengan sepenuh hati melaksanakan sesuatu hingga berhasil.
8. Ujū = to govern with upright: knowledgable, skillful and broad view, straight limbs - upright life, the opposite of crooked meaning [i.e.: honest, upright, fair] berpengetahuan dan berkeahlian, hidup yang lurus [jujur didalam sebuah kepemimpinan]
9. Suhujū = bertanggung jawab penuh dan secara terbuka [Very upright,conscientious]
10. Ca = dan
11. suvacō = complaint [obey to virtue advice] mendengarkan atau patuh jika dinasihatkan mengenai apa yang baik dan luhur.
12. cassa = dan lagi [and also]
13. mudu = menjaga temperamen didalam ketenangan / lunak: sabar, tidak emosian.
14. atimānī [coba lihat atimahant] = memegahkan diri dari ucapannya untuk mengukuhkan kalau AKU lah yang ter…. [baik], Aku lah lebih …. [baik] dibandingkan dengan yang lain, dengan menyombongkan prestasi, kekuatan fisik, materi – kekayaan, yang biasa dilakukan oleh orang orang yang bermulut besar dan pemaksaan kehebatan yang sebenarnya tidak demikian, yang mana sesungguhnya tidak sehebat apa yang diungkapkan. Maka itu Buddha mengajarkan untuk ANATIMĀNĪ : tidak angkuh didalam ucapannya, agar selalu tidak memegahkan dirinya sendiri.
[Terjemahan Pali – Indonesia langsung, bukan dari Inggris – Indonesia seperti yang pada umumnya ada diIndonesia sejak dekade dekade yang lalu.]


Santussako ca subharo ca
appakicco ca sallahukavutti
Santidriyo ca nipako ca
appagabbho kulesu ananugiddho,

Hati nya dipenuhi rasa berkecukupan dan terima kasih dengan apa yang ia terima dari pemberian orang lain,
hidupnya sederhana [tahu batas diri sendiri] sehingga tidak menyusahkan orang lain.
Tidak sibuk mengerjakan banyak hal dalam hidupnya,
perasaannya tidaklah tergoyahkan oleh keinginan ataupun niat jahat terhadap hal yang tidak ia sukai, serta menjaga sikap dengan baik. Tidak lancang, Tahu malu dan sopan, baik melalui ucapan, perbuatan maupun pikiran. Tidaklah menjilat kepada orang yang berpengaruh disekitarnya demi kepentingan apapun juga.


Na ca khuddaṃ samācare kiñci
yena viññū pare upavadeyyuṃ
Sukhino vā khemino hontu
sabbe sattā bhavantu sukhitattā:

Tidak melakukan kesalahan kecil apapun juga*
Yang dapat disesali oleh para bijak yang teguh dalam kebajikan.
[Kemudian dalam sanubarinya merenung]
Gembira dan aman sentosa
Berbahagialah semua makluk hidup

Ye keci pāṇabhūt' atthi
tasā vā thāvarā vā anavasesā
Dīgha vā ye mahantā vā
majjhimā rassakā aṇukathūlā

Terhadap Makluk hidup apapun juga yang ada [disemesta]
apakah mereka penakut [lemah] ataupun yang gagah berani [kuat] tanpa ada pengecualian,
Yang berbentuk panjang atau besar, yang sedang,
pendek, kecil ataupun yang gemuk.

Diṭṭhā vā ye vā addiṭṭhā
ye ca dūre vasanti avidūre
Bhūtā vā sambhavesī vā
sabbe sattā bhavantu sukhitattā

Yang tampak ataupun yang tidak tampak oleh mata jasmani
Yang berdiam nun jauh ataupun yang dekat
Yang telah lahir ataupun yang masih mencari Dumadi
Berbahagialah semua makluk hidup

Na paro paraṃ nikubbetha
nâtimaññetha katthacinaṃ kañci
Vyārosanā paṭighasaññā
nāññamaññassa dukkham iccheyya

Hentikanlah sudah sikap mencelakai ataupun merusak satu sama lainnya,
Janganlah bersikap congkak atau merasa lebih hebat
terhadap siapapun jua dikarenakan harta, kekuatan fisik,
prestasi serta kelebihan apapun yang dimilikinya,
dengan cara menunjukkan gaya sikap yang menantang ataupun angkuh.
semoga didalam hati mereka tidaklah mengharapkan yang lain nya celaka [dikarenakan oleh kemarahan atau kebencian apapun bentuknya].

Mātā yathā niyaṃ puttaṃ
āyusā ekaputtam anurakkhe
Evam pi sabbabhūtesu
mānasam bhāvaye aparimāṇaṃ

Bagaikan seorang ibu yang dengan seluruh hidupnya melindungi putra tunggalnya untuk menghalau bahaya yang datang kepada anaknya..
Seperti [perbandingan keteguhan hati dan tanpa ke-egoisme-an] yang demikianlah, Maka biarlah bangkit pemikiran yang penuh dengan kasih sayang yang tidak berbatas terhadap semua makhluk. Lagi dan lagi.

Mettañ ca sabbalokasmiṃ
mānasam bhāvaye aparimāṇaṃ
Uddhaṃ adho ca tiriyañ ca
asambādhaṃ averaṃ asapattaṃ

Rasa persahabatan dan cinta kasih yang tidak berbatas,
kesadaran yang tidak ternoda ini, dikembangkan hari demi hari hingga tak terbatas [terhadap semua]
apakah ditempat ketinggian, ditempat yang rendah atau ditempat yang luas
sebuah rasa persahabatan dan cinta kasih yang tak tergoyahkan,
tanpa adanya rasa benci dan permusuhan, membawa kedamaian bagi semuanya.


Tiṭṭhaṃ caraṃ nisinno vā
sayāno vā yāvat' assa vigatamiddho
Etaṃ satiṃ adhiṭṭheyya
brahmam etaṃ vihāraṃ idha-m-ahu


Baik selagi berdiri, berjalan ataupun duduk
Atau saat berbaring selagi kewaspadaannya tidak lemah atau mengantuk
[Ia] Hidup dengan Kesadaran yang tercurahkan [didalam cinta kasih agung dan luhur]
[demikian] hadir-lah kerajaan Brahma pada saat ini juga disini [bersamanya]


Diṭṭiñ ca anupagamma
sīlavā dassanena sampanno
Kāmesu vineyya gedhaṃ
na hi jātu gabbhaseyyaṃ punar etī ti

Kemudian ia menghindari pemikiran salah [tentang milikku]
Ia menjadi mantab didalam kebajikan
dan luhur nan melampaui keduniawian
hingga [tanpa kilesa] pikiran yang bersih dari kekotoran batin.
Orang seperti itu tak akan lahir dalam rahim manapun juga.


"Janganlah engkau takut dan ragu
dalam berbuat kebaikan, ..."
selanjutnya Buddha bersabda:
Klik disini.