Tuesday, September 18, 2012

Sutta Perumah Tangga Koliya - Vyagghapajja Sutta

दीघजाणुसुत्तं
Vyagghapajja Sutta
Sutta Umat awam Koliya


Demikianlah yang saya dengar:

Pada suatu ketika Sang Bhagava berdiam di sebuah kota perdagangan suku Koliya yang disebut Kakkarapatta. Dighajanu, salah seorang suku Koliya,menghadapt Sang Buddha. Setelah memberi hormat, ia duduk di samping Beliau. Setelah duduk, ia berkata kepada Sang bhagava sebagai berikut:

"Kami,Bhante, adalah upasaka yang masih menyenangi kesenangan duniawi. Kami menjalani hidup dibebani oleh anak dan istri. Kami mempergunakan wewangian dari Kasi. Kami menghiasi diri kami dengan kembang, minyak wangi dan krim. Kami mempergunakan emas dan perak. Kepada mereka yang seperti kami ini, Bhante, berkenanlah Sang Buddha memberikan Dhamma, ajarkanlah segala sesuatu yang membawa kekayaan dan kebahagiaan dalam kehidupan sekarang dan yang akan datang.

Empat keadaan, Vyagghapajja, yang akan membawa kekayaan dan kebahagiaan bagi gharavasa dalam kehidupan sekarang.


    Note:
  • Vyagghapajjā = koliyans layman 【科利亞-凡人】
    perumah tangga warga Koliya
  • Gharavasa = ghara + āvāsa = householder
    【家庭,家】 perumah tangga.

Apakah yang empat itu?

  1. Memiliki ketekunan (utthana-sampada), 
  2. memiliki keseksamaan (arakkha-sampada), 
  3. memiliki sahabat yang baik (kalyana-mittata )dan 
  4. hidup seras, selaras serta seimbang (samma-jivikata).

Apakah yang dimaksud dengan memiliki ketekunan?

Dalam hal ini, Vyagghapajja, apapun yang dilakukan oleh gharavasa untuk memenuhi kebutuhan hidupnya,baik sebagai petani, pedagang,peternak,pemburu, pejabat kerajaan atau dengan keahlian lainnya, dia harus ahli dan tidak malas. Dia dilengkapi ketrampilan mengenai cara yang benar; dia mampu melaksanakan dan memberikan tugas. Inilah yang dimaksud dengan memiliki ketekunan.

Apakah yang dimaksudkan dengan memiliki keseksamaan?

Dalam hal ini, Vyagghapajja, kekayaan apapun yang dimiliki gharavasa, yang dimiliki berkat kerja keras, dengan jerih payah sendiri, dengan cucuran keringat,yang diperoleh dengan cara yang halal, ia berhemat dengan melindungi dan menjaga kekayaannya sehingga raja-raja tidak menyitanya, pencuri tidak mencurinya, tidak terbakar dan tidak dihanyutkan oleh air atau tidak juga diambil oleh pewaris-pewaris yang bersikap tidak baik. Inilah yang dimaksudkan dengan memiliki keseksamaan.

Apakah yang dimaksudkan dengan sahabat yang baik?

Dalam hal ini,Vyagghapajja, di desa atau di kota manapun gharavasa tinggal dia bergaul, bercakap-cakap,berbincang-bincang dengan gharavasa atau anak dari gharavasa, baik yang muda dan sangat terpelajar maupun yang tua dan sangat terpelajar; memiliki keyakinan (saddha), kesusilaan(sila), kedermawanan ( caga) dan kebijaksanaan (panna)

Dia berbuat sesuai dengan keyakinan orang yang memiliki keyakinan, sesuai dengan kebajikan orang yang memiliki kedermawanan, sesuai dengan kedermawanan orang yang memiliki kedermawanan. Inilah disebut yang dimaksudkan dengan memiliki pergaulan yang baik.

Apakah yang dimaksudkan dengan kehidupan yang serasi, selaras dan seimbang?

Dalam hal ini, Vyagghapajja, seorang gharavasa yang mengetahui penghasilan dan pengeluarannya akan mengatur hidupnya seimbang, tidak boros mamupun tidak pelit. Dengan pengetahuan itu, ia akan membuat pemasukannnya menjadi lebih besar daripada pengeluarannya,bukannya pengeluaran lebih besar daripada pemasukannya.

Seumpama pedagang emas atau muridnya mengetahui cara mempergunakan timbangan emas, dengan naiknya lengan timbangan sekian akan turun lengan lainnya sekian. Demikianlah pula gharavasa yang mengetahui permasukan dan pengeluarannya akan hidup seimbang, tidak boros dan juga tidak pelit. Dengan pengetahuannya itu, ia akan membuat penghasilan menjadi lebih banyak daripada pengeluarannya, bukan pengeluaran lebih banyak daripada penghasilannya.

Vyagghapajja, jika seorang gharavasa yang berpenghasilan kecil hidup boros, orang akan berkata: "Orang ini menikmati kekayaannnya seperti seseorang yang makan apel hutan (udumba rakhadaka)". Vyagghapajja, jika seseorang yang berpenhasilan besar menjalani hidup susah sekali(karena pelit), orang akan berkata: "Orang ini akan mati seperti orang kelaparan".

Harta yang dikumpulan demikian, Vyagghapajja, akan lenyap dalam empat cara, yaitu:

1. pesta pora yang berlebih-lebihan
2. mabuk-mabukan
3. perjudian dan
4. persahabatan atau pergaulan dengan orang yang jahat.

Sebagaimana halnya sebuah tangki air yang besar yang mempunyai empat saluran air keluar. Bila seorang membuka saluran air keluar dan menutup saluran air yang masuk, dan tidak ada hujan yang cukup deras,maka air akan berkurang, tidak akan bertambah dalam tangki tersebut. Demikianlah juga ada empat jalur untuk menghabiskan harta kekayaan yang telah ditimbun, yaitu mengadakan pesta-pora yang berlebih-lebihan,mabuk-mabukan, perjudian dan persahabatan atau pergaulan dengan orang-orang yang jahat.

Ada empat syarat untuk memperbanyak harta kekayaan yang telah ditimbun, yaitu:
1. tidak mengadakan pesta-pora yang berlebih-lebihan
2. tidak bermabuk-mabukan,
3. tidak terlibat dalam perjudian, dan
4. terteman, bergaul dan akrab dengan orang baik.

Sebagaimana halnya sebuah tangk air yang besar yang memiliki empat saluran air masuk dan empat saliran air keluar,jika seseorang membuka saluran masuk dan menutup saluran keluar dan cukup banyak air hujan, maka air dakam tangki dapat diharapkan akan bertambah banyak dan tidak akan berkurang. Demikianlah juga, ada empat persyaratan untuk memperbanyak harta kekayaan yang telah ditimbun.


Empat persyaratan ini, Vyagghapajja,
yang membawa kekayaan dan kebahagiaan bagi ghravasa dalam hidup sekarang.
Empat persyaratan pula. Vyagghapajja,
akan membawa kekayaan dan kebahagiaan bagi gharavasa
dalam hidup yang akan datang.


Apakah yang empat itu?

Memiliki keyakinan (saddha-sampada), memiliki kesusilaan (sila),memiliki kedermawanan (caga-sampada), dan memiliki kebijaksanaan (panna -sampada).

Apakah memiliki keyakinan itu?

Dalam hal ini,seorang gharavasa memiliki kepercayaan, ia percaya pada Penerangan Sempurna Tathagata:

Demikianlah sesungguhnya Sang bhagava: Arahat (Yang suci), Sammasambuddho (telah mencapai penerangan sempurna), Vijjacarana sampanno (Sempurna kebijaksanaan serta keluhuranNya), sugato (telah sampai di tempat tujuan terakhir; Yang telah merealisasikan nirvana), Lokavidu (Yang mengenal dan memahami semesta alam), Anuttaro purisadhammasarathi (pelatih [pembimbing] makhluk yang tidak ada bandingannya), Sattha dewa-manussanam (Guru pada makhluk surgawi dengan manusianya; guru para dewa dan manusia), Buddho (Yang Mencapai Percerahan; Yang telah tercerahkan) dan Bhagava (Yang Agung nan Luhur) [...]. Inilah yang disebut memiliki kepercayaan.

Apakah memiliki sila itu?

Dalam hal ini, seorang gharavasa tidak melakukan pembunuhan, pencurian, hubungan kelamin yang salah, ucapan yang salah dan meminum-minuman yang menyebabkan lemahnya kesadaran dan pengendalian diri. Inilah yang disebut memiliki sila.

Apakah yang disebut memiliki kedermawanan itu?

Dalam hal ini, seorang gharavasa menempati rumah dengan hati yang bebas dari keserakahan, senantiasa berdana, murah hati, senang dengan kedermawanan, memperhatikan kebutuhan orang lain, senang dalam membagikan sedekah. Inilah yang disebut memiliki kedermawanan.

Apakah memiliki kebijkasanaan itu?
Dia diberkahi dengan kebijaksanaan yang memahami timbul dan lenyapnya (lima kelompok unsur makhluk hidup; memiliki pandangan terang yang bersih yang membawa kepada lenyapnya penderitaan. Inilah yang disebut memiliki kebijaksanaan.

Empat kondisi ini, Vyagghapajja, yang membawa gharavasa kesejahteraan dan berbahagia dalam hidup yang akan datang.

Bersemangat dan cermat dalam tugasnnya,
dengan bijaksana mengatur kekayaannya,
ia hidup sesuai dengan penghasilan,
memelihara apa yang telah diperoleh.

Juga diberkahi dengan keyakinan dan kesusilaan,
ia murah hati dan bebas dari kekikiran;
ia selalu mengembangkan Magga.
Itulah yang membawa kesejahteraan dalam hidup yang akan datang.

Demikianlah pula bagi upasaka yang penuh keyakinan, baginnya demikianlah sesungguhnya yang disebut "Yang Mencapai Penerangan Sempurna"

Delapan kondisi yang membawa kebahagiaan dalam kehidupan sekarang dan yang akan datang telah disabdakan.




Source 【經源】:
तिपिटक - सुत्तपिटक - अङ्गुत्तरनिकाय - अट्ठकादिनिपात - गोतमीवग्गो - ४. दीघजाणुसुत्तं
Tipiṭaka - Suttapiṭaka - Aṅguttaranikāya - Aṭṭhakādinipāta - Gotamīvaggo - 4. Dīghajāṇusuttaṃ
三藏經 – 藏經 – 增一尼迦耶 – 第八集 –瞿昙弥品 –第四篇 科利族經
大藏经 – 藏经 – 增支部 – 第八集篇 –瞿昙弥品 – 第四篇 拘利族经



Pali Script, please click here
English Translation, please click here.
中文翻譯,請按這裡


Uraian berikut dijelaskan oleh Guru Agung
mengenai tindakan yang bermanfaat dan tidak bermanfaat, karma, noda batin,
dan jalan menuju lenyapnya lingkaran samsara.
klik disini